“…winter is over, summer is near, are we stronger than we believe?” Diana Krall – Narrow Daylight
Man.. 2008 adalah tahun sejuta pembelajaran.. Dari berbagai sudut, they give me some ‘great’ point of view.
Yang paling saya suka adalah, setiap usaha yang sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang nyata *halaaaah*. Tapi.. I did!
Saya pernah mendengar kata2 bijak “Orang yang gagal adalah orang yang sukses pada kemudiannya”. Eit, tentu saja jika dibarengi dengan upaya pencapaian cita-cita tersebut. Yaa, pengorbanan pun harus diberikan. Smakin besar pengorbanannya semakin besar pulalah laba yang diperoleh *ilmu ekonomi lho itu permisro*
Kesuksesan itu bukan sesuatu yang dibangun dari kemaren pagi, tapi sesuatu yang dibangun dari kemaren pagi ditambah separuh dari umur kita, dan saya mempercayainya. Setiap perjalanannya pun akan dimulai dari 1 langkah, yang saya sebut langkah kesatu atau langkah pertama. Semakin jauh perjalanannya, maka langkah kesatu itu berkesan AH CAMEN, AH NOTHIN, AH SGITU DOANK.. dan AH AH AH lainnya. Tapi tanpa memulai langkah kesatu tersebut yaa mustahil akan sampai di tempat yang dituju.
Di tahun 2008 juga saya menemukan jawabannya. Well, kenapa harus ada langkah kesatu, kedua, ketiga tersebut padahal perjalanan menuju ‘tempat’ yang dimaksud membutuhkan 948572396106884 langkah. Kenapa tidak langsung lompat ke langkah keseputuh atau langsung kelangkah keseratus dan kelipatannya. Yap, ditiap-tiap langkah, kita akan melihat banyaaaak hal. Hal yang tentu saja menjadi pembelajaran yang sayang dilewatkan. Dari langkah pertama, kita maju ke langkah kedua. Disana pun ada banyak pembelajaran. Kemudian ke langkah ketiga, keempat kelima dan masing masing ada pembelajaran di dalamnya. Dari langkah kelima kita bisa berjalan sedikit lebih cepat kelangkah keenam, ketujuh, kedelapan kesembilan dan kesepuluh. Tentu, masih ada kegagalan serta pengorbanan dari langkah keenam sampai kelangkah kesepuluh tadi.
Setelah itu, mungkin kita bisa berlari.. Mungkin kita akan jatuh pada satu langkah kesekian ribu, jatuhnya mungkin saja akan sakit bukan main *tapi saya belum melewati langkah ini, jadi yaa diandaikan saja* tapi dari titik itu mungkin kita bisa loncat hingga sampai pada langkah ke 948572396106884. The harder you fall, the higher you bounce.
Kenapa sih pake jatuh segala?
Jatuh.. Adalah suatu keadaan dimana kita berada dititik yang bawah. Mungkin kepala sama rendahnya dengan tanah, dengan kaki. Dari posisi tersebut, kita melihat keatas, evrythin is taller than before. Dari jatuh kita disuruh melihat, masih ada langit yang tinggi, masih ada kuasa yang lebih berkuasa. Dari terjatuh kita diajarkan untuk tidak sombong, tetap rendah hati dan hal yang paling saya anggap penting adalah jatuh adalah obat untuk menjadi bijak.
Tapi apakah harus jatuh terus menerus untuk menjadi bijak?
Orang yang paling bodoh, adalah orang yang mengulangi kesalahan yang sama untuk ketiga kalinya. People deserve their 2nd chance, so i used 3rd one. Kita ga harus jatuh berulang-ulang pada lobang yang sama atau lobang yang lainnya. Lihatlah kesalahan orang lain, dan belajarlah dari kejadian tersebut. Sedikit empati kepada orang tersebut, akan memberi banyak pelajaraaaan lagi yang bisa kita petik.
Dan semuanya dapat terlaksana apabila kita mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Yap, sayangi diri sendiri agar dia mau bekerja untuk kita. Manusia memang diberi kekurangan dan kelebihan. Kelolalah kekurang tersebut dan kembangkan kelebihan tersebut.
Well, skian dulu ya pemisroo, saya mau ke tempat latian dulu. Ada janji uii.. hihihi.. *mau main piano >,<*.. Yaah mungkin tema tahun 2009 adalah LOVING MY SELF.. I guess that’s pretty good.
Komentar Terakhir