yofi is the sailor man

24 03 2009

hidup ku bagai sebuah kapal penjelajah. kapal dengan tiang yang sepertinya rapuh. lambungnya pun rapuh. kapal ini memiliki navigator yang buruk. tapi, sang nahkoda tetap keras kepala ingin sampai ke pulau yang kata orang-orang pulau itu indah. nahkoda itu adalah otak dan napsu.

berbagai perjalanan di laut lepas telah dilalui. mengarungi ganasnya ombak, hingga kadang berfikir untuk balik saja. tapi, there’s no way to back home. hidup harus tetap dilanjutkan, yaaa..mari hadapi.

satu-satu belahan laut berhasil ditaklukan meski bukan sebagai pemenangnya. terang saja, kapal kapal lain itu terlalu beruntung hingga habis lah bagian buat yang lain.

kapalku tak berawak. hanya ada aku, laut, langit, badai dan doa doa yang menjanjikan keselamatan dalam pelayaran ini. lautpun kadang tak bersahabat. tiba-tiba kelam dan tiba-tiba indah menghangatkan. tapi aku lebih memilih yang kelam sekalian daripada berubah-ubah namun memberi harapan yang nantinya akan kecewa klo tidak kesampaian.

dari dulu aku suka kapal. kapal akan membuat jiwa dan raga menyatu dalam satu kesempurnaan dalam mencapai apa yang hakiki. semua yang mengambang akan tertarik kedalam tubuh, masuk melalui pori-pori dan celah dari bulu roma yang berdiri. yaa, diatas kapal aku merasa kehidupan ini sempurna.

hingga kadang, lelah menghampiri karena lautan terlalu luas. ingin berlabuh tapi masih jauh. pulau terdekatpun tak cukup untuk disinggahi. apakah aku yang terlalu angkuh untuk menyinggahi pulau-pulau tak berpenghuni tadi. apa mereka yang akan koyak jika aku bersandar dan memuntahkan isi kapalku.

penglihatanku pun sudah tidak terlalu baik. kadang aku menyalahi diri sendiri kenapa berbelok ke kanan. tau-tau badai, mending tadi aku lurus saja, atau berputar kekiri. tapi yaa itu tadi, aku tidak bisa memutarkan kapal ini ketitik dimana aku memulai perjalanan ini.

aku butuh awak kapal sebenarnya. aku tidak butuh yang terlalu pintar dalam pelayaran. sekedar teman ngobrol disaat melewati laut yang tenang, atau membantu dalam menghadapi badai-badai yang pasti akan ada di depan. tapi, apa ada yang mau berlayar dengan kapalku? aku sebagai kapten kapal yang halaaah, nothin..

pelayaran ini akan terus ku lakukan. meski apapun yang akan dihadapi, pelabuhan itu pasti kan kutemukan.

loveboatsinks


Tindakan

Information

2 tanggapan

24 03 2009
Gita Melisa

Hoo.. semoga pelayarannya lancar selalu kang yofii :) hehehehe

24 03 2009
praditama

hiii.. gito pake acara baca2 tulisan tak bermutu ini.. xixixixi.. jadi malu.. :P

Tinggalkan komentar